Artwork text
Langkah lelaki tua itu berat.
Seandainya sendirian,
tentu ia sudah terduduk.
Namun kuda kecil Jeju
berjalan lebih dulu,
lalu menoleh.
Sambil menjauh,
ia seakan memanggil:
cepatlah datang.
Tongkat menopang tangannya.
Tongkat itu seakan berkata:
bangkitlah,
bertumpulah sekali lagi.
Di atas laut,
sebuah perahu kecil.
Ia menyusuri cakrawala
seakan menunjuk arah:
ke sini.
Ia membuka jalan lebih dulu,
seakan berkata:
ikutlah.
Lelaki tua itu
mengira dirinya berjalan sendirian.
Namun tidak.
Kuda memanggil.
Tongkat menegakkan.
Perahu membuka jalan.
Seluruh pemandangan
sedang membawanya pergi.
Key context
Byun Shi-Ji adalah pelukis Korea modern dan kontemporer yang memandang Fūdo Jeju bukan sebagai latar, melainkan sebagai syarat keberadaan. Kesunyian, penantian, angin, dan warna rumput kering membentuk modernisme Korea yang glokal, berakar pada tempat sekaligus terbuka kepada dunia.
